Senin, 25 Januari 2016

(bisnis-jabar.com)--Densus 88 menggerebek rumah terduga teroris

Terduga teroris AH (40 tahun), warga Desa Mekarjati Kecamatan Haurgeulis Kabupaten Indramayu, sering menggelar pengajian di kampungnya. Hanya saja, para tetangganya sering bertanya-tanya karena AH dikabarkan sering berangkat jemaahnya ke Suriah.
“Tetangganya banyak yang curiga, sebab selain pengajian, AH sering dikabarkan suka berangkatkan jemaah ke Suriah,” tutur seorang tetangganya yang menolak disebutkan jati dirinya, Sabtu (16/1/2016).
Seperti diketahui, AH diciduk Tim Densus 88 Mabes Polri pada Jumat  pagi sekitar pukul 10.15 WIB. Lelaki yang dikenal sebagai ustad itu disergap polisi bersenjata lengkap saat berada di depan rumah usai melepas keluarganya menghadiri hajatan.
Tak berapa lama setelah mobil yang membawa keluarganya jalan, Densus 88 yang rupanya sudah mengintai sejak lama langsung menyergapnya. Lelaki itu langsung dimasukan ke dalam mobil dan dibawa ke arah Subang.
Para tetangga mengaku sudah mencurigai gerakan AH sejak lama. Lelaki itu sering menyinggung-nyinggung soal ISIS saat memberi pengajian. Bahkan dikabarkan sejumlah jemaatnya sudah ada yang pergi ke Negeri Syam.
“Informasi terakhir yang ramai jadi bahan pembicaraan masyarakat, ustad AH pernah mengawinkan seorang janda beranak dua dengan temannya lelaki asal Bekasi dan memberangkatkan mereka ke Suriah,” tutur tetangga tadi.
Anehnya, AH dan kelompoknya sering berkoordinasi dengan kepolisian setempat jika akan menggelar pengajian. Namun warga yakin itu hanya untuk mengelabui petugas. Sebab pengajian sesungguhnya justru setelah polisi pergi, isinya berisi tentang Negara Islam di Syam.
Pengajian AH belakangan membuat warga resah. Sebab AH pintar mempengaruhi, terutama kaum ibu-ibu yang di antaranya berakhir dengan perceraian dengan suaminya karena dianggap berbeda keyakinan.
“AH juga sering menggelar bhakti sosial menyantuni anak yatim. Tapi kami khawatir karena ada informasi kalau anak-anak yatim itu tengah dipersiapkan sebagai calon pejuang Suriah,” tutur tetangga tadi.
Disebutkan, semua kegiatan AH dilakukan di markas mereka di depan Toko Jaya Motor Haurgeulis, samping Kantor bank BRI Cipancuh, tepatnya di rumah belakang toko kayu depan Jaya Motor. Ada dugaan, di markasnya itu AH yang dikenal sebagai Ustad Ali membaiat anggota ISIS yang akan diberangkatkan ke Negeri Syam.
Pengajian umum dan santunan digelar setiap hari Minggu yang diantaranya mengundang unsur kepolisian. Namun pengajian asli kelompok mereka sebenarnya justru pada hari Jum’at siang usai salat Jumat. 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar