“Tetangganya banyak yang curiga, sebab selain pengajian, AH sering
dikabarkan suka berangkatkan jemaah ke Suriah,” tutur seorang
tetangganya yang menolak disebutkan jati dirinya, Sabtu (16/1/2016).
Seperti diketahui, AH diciduk Tim Densus 88 Mabes Polri pada
Jumat pagi sekitar pukul 10.15 WIB. Lelaki yang dikenal sebagai ustad
itu disergap polisi bersenjata lengkap saat berada di depan rumah usai
melepas keluarganya menghadiri hajatan.
Tak berapa lama setelah mobil yang membawa keluarganya jalan,
Densus 88 yang rupanya sudah mengintai sejak lama langsung
menyergapnya. Lelaki itu langsung dimasukan ke dalam mobil dan dibawa ke
arah Subang.
Para tetangga mengaku sudah mencurigai gerakan AH sejak lama.
Lelaki itu sering menyinggung-nyinggung soal ISIS saat memberi
pengajian. Bahkan dikabarkan sejumlah jemaatnya sudah ada yang pergi ke
Negeri Syam.
“Informasi terakhir yang ramai jadi bahan pembicaraan
masyarakat, ustad AH pernah mengawinkan seorang janda beranak dua dengan
temannya lelaki asal Bekasi dan memberangkatkan mereka ke Suriah,”
tutur tetangga tadi.
Anehnya, AH dan kelompoknya sering berkoordinasi dengan
kepolisian setempat jika akan menggelar pengajian. Namun warga yakin itu
hanya untuk mengelabui petugas. Sebab pengajian sesungguhnya justru setelah polisi pergi, isinya berisi tentang Negara Islam di Syam.
Pengajian AH belakangan membuat warga resah. Sebab AH pintar
mempengaruhi, terutama kaum ibu-ibu yang di antaranya berakhir dengan
perceraian dengan suaminya karena dianggap berbeda keyakinan.
“AH juga sering menggelar bhakti sosial menyantuni anak
yatim. Tapi kami khawatir karena ada informasi kalau anak-anak yatim itu
tengah dipersiapkan sebagai calon pejuang Suriah,” tutur tetangga tadi.
Disebutkan, semua kegiatan AH dilakukan
di markas mereka di depan Toko Jaya Motor Haurgeulis, samping Kantor
bank BRI Cipancuh, tepatnya di rumah belakang toko kayu depan Jaya
Motor. Ada dugaan, di markasnya itu AH yang dikenal sebagai Ustad Ali
membaiat anggota ISIS yang akan diberangkatkan ke Negeri Syam.
Pengajian umum dan santunan digelar setiap hari Minggu yang
diantaranya mengundang unsur kepolisian. Namun pengajian asli kelompok
mereka sebenarnya justru pada hari Jum’at siang usai salat Jumat.